
Portal Kalbar, Kayong Utara – Federasi Organisasi Mahasiswa Daerah (FOMDA) Kalimantan Barat bersama Himpunan Mahasiswa Kabupaten Kayong Utara (HIMAKATRA) menggelar Rapat Kerja Pusat (Rakerpus) FOMDA Kalbar di Mahkota Hotel, Sukadana, Kamis (9/7/2026).
Kegiatan yang mengusung tema “Menguatkan Konsolidasi dan Solidaritas Mahasiswa Daerah Menuju Gerakan Progresif untuk Kalimantan Barat” ini dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Kayong Utara, Erwin Sudrajat.
Dalam sambutannya, Erwin mengingatkan mahasiswa agar mampu menyeimbangkan peran sebagai agen perubahan dengan tanggung jawab utama menyelesaikan pendidikan.
“Mahasiswa memiliki kewajiban utama untuk belajar dan menuntut ilmu. Semua harus diawali dengan niat yang baik dan lurus. Dengan begitu, tujuan dalam organisasi dapat tercapai, begitu juga tujuan pribadi,” ujarnya.
Ia menegaskan, aktivitas organisasi dan perjuangan untuk kepentingan masyarakat tidak boleh membuat mahasiswa mengabaikan target akademik. Menurutnya, keberhasilan menyelesaikan pendidikan juga merupakan harapan orang tua.
“Silakan memperjuangkan kepentingan bersama, tetapi tujuan pribadi juga harus tercapai. Keduanya harus berjalan seimbang. Orang tua tentu berharap anaknya berhasil menyelesaikan kuliah dan meraih masa depan yang baik,” katanya.
Erwin juga menyinggung dinamika demokrasi dan gerakan mahasiswa yang kembali aktif menyuarakan aspirasi di ruang publik. Menurutnya, berbagai aksi yang muncul belakangan mencerminkan adanya harapan masyarakat agar cita-cita reformasi kembali diwujudkan.
“Gerakan mahasiswa dan masyarakat yang kembali turun ke jalan menunjukkan adanya persoalan yang dinilai perlu diperbaiki. Tujuannya tentu untuk kebaikan bersama. Pemerintah juga harus terbuka menerima masukan dan mendengarkan aspirasi masyarakat,” ucapnya.
Meski demikian, ia menilai penyampaian aspirasi tidak harus selalu melalui aksi demonstrasi. Dialog antara mahasiswa, masyarakat, dan pemerintah dinilai menjadi ruang yang penting untuk membangun solusi bersama.
“Diskusi dan kolaborasi juga perlu diperkuat. Tidak semua persoalan harus diselesaikan dengan konfrontasi. Yang terpenting adalah saling menghormati dan bekerja sama demi tujuan yang sama, yaitu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tuturnya.
Erwin berharap Rakerpus FOMDA Kalbar dapat merumuskan gagasan serta program kerja nyata yang berdampak positif bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Kalimantan Barat.

Sementara itu, Ketua Umum HIMAKATRA, Dani Ramadhan, mengatakan pihaknya memiliki harapan yang sama agar hasil Rakerpus dapat merumuskan program kerja nyata yang berdampak langsung bagi masyarakat.
“Kami berharap seluruh program yang dirumuskan dalam rapat kerja ini benar-benar bermanfaat, menjadi solusi bagi persoalan di daerah, serta memberikan kontribusi positif bagi pembangunan daerah maupun negara,” katanya.
Dani pun sepakat dengan pesan Sekda mengenai pentingnya menyelesaikan pendidikan. Meski begitu, status sebagai mahasiswa menurutnya juga membawa tanggungjawab moral tersendiri dalam mengawal berbagai persoalan.
“Kami sepakat bahwa mahasiswa harus menyelesaikan perkuliahan. Namun, kesempatan menempuh pendidikan tinggi adalah sebuah privilese yang juga disertai tanggung jawab sebagai agent of change dan social control. Karena itu, mahasiswa memiliki peran untuk mengawal isu-isu sosial dan mengawasi kebijakan yang menjadi perhatian masyarakat,” imbuhnya. (Red)