Berita  

Bupati Ketapang Hadiri Ritual Adat Menjangkap Buah di Kecamatan Jelai Hulu

Unknown's avatar

Portal Kalbar, Ketapang – Musim buah selalu menjadi momen yang paling dinantikan masyarakat Kecamatan Jelai Hulu, Kabupaten Ketapang. Ketika durian dan beragam buah hutan mulai berjatuhan, para perantau kembali pulang ke kampung halaman untuk berkumpul bersama keluarga di tembawang.

Tradisi ini menjadi bagian tak terpisahkan dari Ritual Adat Menjangkap Buah, warisan budaya turun-temurun masyarakat Dayak Jelai Sekayoq.

Suasana penuh makna itu turut dihadiri Bupati Ketapang Alexander Wilyo, dalam Ritual Adat Menjangkap Buah di Dusun Setipayan, Desa Penyarang, Kecamatan Jelai Hulu, Sabtu (4/7/2026). Kehadiran orang nomor satu di Kabupaten Ketapang tersebut menjadi wujud komitmen pemerintah daerah dalam menjaga kelestarian budaya sekaligus mendekatkan pelayanan kepada masyarakat.

Prosesi adat berlangsung khidmat diiringi alunan musik tradisional Senggayong sebagai ungkapan rasa syukur atas limpahan hasil alam. Bagi masyarakat Dayak Jelai Sekayoq, Menjangkap Buah tidak hanya menjadi penanda dimulainya musim panen, tetapi juga mengandung nilai-nilai luhur berupa kesabaran, penghormatan terhadap alam, serta komitmen menjaga tembawang sebagai warisan leluhur yang memiliki peran penting dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Bupati menegaskan bahwa pelestarian budaya merupakan bagian penting dari pembangunan daerah. Ia mengungkapkan bahwa sejak menjabat sebagai Sekretaris Daerah Kabupaten Ketapang pada 2023, dirinya telah mendorong agar Ritual Adat Menjangkap Buah memperoleh pengakuan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia.

“Budaya lokal harus menjadi identitas sekaligus kekuatan dalam mewujudkan Pembangunan Berkeadilan untuk Kabupaten Ketapang yang Maju dan Mandiri,” tegas Bupati.

Pada kesempatan yang sama, Pemerintah Kabupaten Ketapang juga menghadirkan pelayanan kesehatan gratis melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Ketapang. Layanan yang diberikan meliputi pemeriksaan kesehatan, konsultasi medis, pengobatan, hingga pembagian vitamin bagi masyarakat Desa Penyarang maupun warga desa-desa sekitar yang hadir dalam kegiatan tersebut.

Tidak hanya mengikuti rangkaian ritual adat, Bupati juga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berdialog langsung dengan masyarakat dan para perantau.

Berbagai aspirasi disampaikan, terutama terkait peningkatan infrastruktur jalan menuju Desa Penyarang yang dinilai penting untuk mendukung mobilitas masyarakat, memperkuat pertumbuhan ekonomi, serta membuka peluang pengembangan potensi wisata budaya di Kecamatan Jelai Hulu.

Bupati menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur tetap menjadi salah satu prioritas Pemerintah Kabupaten Ketapang sebagai upaya mewujudkan pemerataan pembangunan di seluruh wilayah.

Bupati menekankan bahwa kemajuan daerah harus berjalan beriringan dengan pelestarian adat dan budaya. Menurutnya, pembangunan tidak boleh menghilangkan akar budaya yang menjadi identitas masyarakat, melainkan harus memperkuat nilai-nilai kearifan lokal seiring dengan peningkatan kualitas pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat.

“Melalui momentum Menjangkap Buah ini, kita ingin menunjukkan bahwa pembangunan dan pelestarian budaya dapat berjalan berdampingan. Ketapang adalah rumah besar kita bersama yang harus kita bangun tanpa meninggalkan warisan luhur para leluhur,” pungkasnya. (red)