Listrik PLN Akhirnya Masuk Pangkalan Batu Ketapang, Warga Sambut Sukacita

Unknown's avatar
Bupati Ketapang Alexander Wilyo bersama perwakilan PLN meresmikan jaringan listrik program Listrik Desa (Lisdes) di Desa Pangkalan Batu, Kecamatan Kendawangan, Senin (22/6/2026). (ist)

Portal Kalbar, Ketapang – Penantian panjang warga Desa Pangkalan Batu, Kecamatan Kendawangan, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, akhirnya berakhir. Jaringan listrik melalui program PLN Listrik Desa (Lisdes) resmi mengalir ke desa tersebut pada Senin (22/6/2026).

Masuknya listrik menjadi kabar yang dinanti masyarakat setelah bertahun-tahun belum mendapat pasokan listrik jaringan. Peresmian dilakukan Bupati Ketapang Alexander Wilyo bersama Manajer PLN Kabupaten Ketapang di Lapangan Sepak Bola Pasir Putih, Desa Pangkalan Batu.

Peresmian jaringan listrik tersebut bertepatan dengan pelaksanaan Gawai Adat Sapat Taun, tradisi masyarakat sebagai ungkapan syukur atas hasil panen padi.

Alexander mengatakan masuknya jaringan listrik ke Pangkalan Batu merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah memperluas pemerataan infrastruktur hingga wilayah pedalaman.

“Peresmian hari ini merupakan bukti nyata komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan akses listrik bagi masyarakat. Target kita, pada tahun 2029 seluruh desa di Kabupaten Ketapang sudah teraliri listrik tanpa terkecuali,” kata Alexander.

Ia menjelaskan, jaringan interkoneksi yang dibangun kini telah tersambung dari Sungai Gantang, Kedondong, Pangkalan Batu dan Sungai Jelayan di Kecamatan Kendawangan hingga Desa Randai, Kecamatan Marau.

Menurut Alexander, pembangunan jaringan tersebut merupakan hasil dari proses yang dilakukan pemerintah daerah sejak akhir 2025.

Pemkab Ketapang saat itu mengajukan permohonan kepada Direksi PLN dan melakukan audiensi dengan Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM untuk mempercepat pembangunan jaringan listrik di wilayah pedalaman.

Dengan masuknya listrik, pemerintah daerah berharap aktivitas ekonomi masyarakat ikut berkembang. Pelaku usaha desa kini memiliki akses energi untuk mendukung kegiatan produksi, sementara anak-anak dapat belajar pada malam hari dengan penerangan yang lebih memadai.

Listrik juga dibutuhkan untuk mendukung pelayanan publik, termasuk fasilitas kesehatan dan administrasi pemerintahan desa.

Alexander meminta masyarakat ikut menjaga jaringan listrik yang telah dibangun agar dapat digunakan dalam jangka panjang.

“Ini fasilitas yang dibangun untuk masyarakat. Mari kita jaga bersama agar manfaatnya bisa dirasakan terus-menerus,” ujarnya.

Peresmian dihadiri jajaran Forkopimcam Kendawangan, Dewan Adat Dayak, Kepala Desa Pangkalan Batu Mansyur, Ketua Panitia sekaligus Damung Adat Alberto Anyab, serta tokoh masyarakat.

Setelah peresmian, kegiatan dilanjutkan dengan pertunjukan tari adat dan hiburan musik sebagai bagian dari rangkaian perayaan bersama masyarakat. (Red)