
Portal Kalbar, Ketapang – Pemerintah Kabupaten Ketapang meminta PT Pertamina Patra Niaga menyiapkan solusi penyaluran bahan bakar minyak (BBM) alternatif menyusul terhentinya operasional SPBU 64.788.16 di Kecamatan Sungai Laur.
Permintaan tersebut disampaikan Pemkab Ketapang setelah muncul kekhawatiran masyarakat terhadap terganggunya pasokan BBM. Bahan bakar dibutuhkan warga untuk transportasi, distribusi barang, pelayanan kesehatan hingga aktivitas pertanian.
Bupati Ketapang Alexander Wilyo mengatakan pemerintah daerah telah mengirimkan surat resmi kepada PT Pertamina Patra Niaga pada Selasa (9/6/2026).
Dalam surat tersebut, Pemkab meminta Pertamina menyiapkan langkah darurat dan mekanisme distribusi alternatif agar kebutuhan BBM masyarakat tetap terpenuhi.
“Pemerintah daerah menghormati proses yang sedang berjalan. Namun pelayanan kepada masyarakat harus tetap menjadi prioritas. Kebutuhan BBM warga tidak boleh terhambat karena menyangkut aktivitas ekonomi dan pelayanan publik,” ujar Alexander.
Menurut Alexander, penghentian operasional SPBU tersebut berkaitan dengan proses evaluasi dan pemeriksaan internal mengenai dugaan ketidaksesuaian tata kelola penyaluran BBM.
Ia menegaskan proses pemeriksaan tersebut merupakan ranah manajemen SPBU dan harus diselesaikan sesuai ketentuan yang berlaku. Namun, kondisi tersebut diharapkan tidak berdampak panjang terhadap kebutuhan masyarakat.
Sebelum mengirimkan surat kepada Pertamina, Alexander turun langsung berdialog dengan kepala desa dan tokoh masyarakat di Kecamatan Sungai Laur. Pertemuan tersebut dilakukan untuk menyerap aspirasi sekaligus mengetahui dampak yang dirasakan warga setelah SPBU berhenti beroperasi.
Alexander mengatakan posisi Sungai Laur yang cukup jauh dari sejumlah titik pengisian BBM di wilayah lain menjadi persoalan tersendiri. Jika tidak segera ada alternatif, warga berpotensi mengeluarkan biaya lebih besar untuk mendapatkan BBM.
“Ketersediaan BBM sangat penting bagi kehidupan masyarakat. Mulai dari transportasi, distribusi logistik, pelayanan kesehatan hingga sektor pertanian sangat bergantung pada pasokan energi yang lancar,” katanya.
Pemkab Ketapang berharap Pertamina segera menentukan mekanisme penyaluran alternatif selama operasional SPBU tersebut belum kembali normal.
Dengan adanya solusi distribusi sementara, kebutuhan BBM masyarakat Sungai Laur diharapkan tetap terpenuhi dan aktivitas warga tidak terganggu. (Red)